Sabtu, 28 Desember 2013

Makalah Persalinan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG
Persalinan merupakan serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
Proses fisiologi kehamilan pada manusia yang menimbulkan inisiasi partus dan awitan persalinan tidak diketahui. Sampai sekarang, umumnya diterima bahwa keberhasilan kehamilan pada semua spesies mamalia bergantung pada kegiatan progesteron untuk mempertahankan ketenangan uterus sampai mendekati akhir kehamilan. Asumsi ini didukung oleh temuan bahwa pada sebagian besar kehamilan mamalia yang diteliti, pelucutan progesterone (naik yang terjadi secara alami atau terinduksi secara bedah atau farmakologis) mendahului inisiasi partus. pada banyak spesies ini,penurunan kadar progesteron di dalam plasma ibu yang kadang-kadang terjadi mendadak ini biasanya dimulai setelah mendekati 95% kehamilan. selain itu, pemberian progesteron pada spesies-spesies ini diakhir masa kehamilan memperlambat awitan persalinan.
Namun, pada kehamilan primate (termasuk manusia), pelucutan progesteron tidak mendahului awitan partus .Kadar progesteron di dalam plasma perempuan hamil meningkat sepanjang kehamilan, baru menurun setelah pelahiran plasenta, jaringan yang merupakan lokasi sintesis progesterone pada kehamilan manusia.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Ø  Apa pengertian persalinan ?
Ø  Apakah penyebab-penyebab terjadinya persalinan ?
Ø  Bagaimana fiologi persalinan normal ?

1.3  TUJUAN MASALAH
Ø  Untuk mengetahui pengertian  persalinan
Ø  Untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya persalinan
Ø  Untuk memahami fisiologi persalinan


 BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN PERSALINAN
·      Persalinan (partus) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (pembuahan) yang dapat hidup,dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar
·      Partus normal artinya bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala atau ubun-ubuun kecil, tanpa memakai alat atau pertolongan istimewa, serta tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali episotomi) berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.
·      Menurut WHO persalinan normal adalah peralinan yang dimulai secara spontan (dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir ), beresiko rendah pada awal persalinan dan presentasi belakang kepala pada usia kehamilan antara 37-42 minggu setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi baik.
2.2  PENYEBAB-PENYEBAB TERJADINYA PERSALINAN
Sebab-sebab mulainya persalinan belum diketahui dengan jelas. Agaknya banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan.
Beberapa teori yang dikemukakan ialah :
1.    Penurunan kadar progesteron
Progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim.sebaliknya estrogen  meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.
2.    Teori oxytocin
Pada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim.
3.    Kerenggangan otot-otot
Seperti halnya kandung kencing dan lambung,bila dindingnya terenggang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengluarkan-isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin terenggang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.
4.    Pengaruh janin
Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa.
5.    Teori prostaglandin
Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2 atau E2 yang diberikan secaraa intravena, intra dan exstraamnial menimbulkan kontraksi myometrium pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga disokong dengan adanya kadar prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan

2.3  FISIOLOGI PERSALINAN
Proses persalinan dapat terjadi dengan adanya perubahan hormone estrogen,  progesterone, prostaglandin, uterus yang menjadi besar dan meregang, tekanan pada ganglion cervicale dan penurunan fungsi plasenta. Selain hal tersebut, persalinan juga dipengaruhi oleh 3 faktor P, yaitu :
1)    Power (tenaga)
His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan mengejan ibu, keadaan kardiovaskular respirasi metabolik ibu.
v  His ( kontraksi otot rahim ). Dimana menurut faalnya. His persalinan dapat dibagi atas :
His Pembukaan   : His yang menimbulkan pembukaan pada servik
His Pengeluaran : His yang mendorong anak keluar, biasanya disertai dengan keinginan mengejan.
v  Terjadinya his diakibatkan oleh :
1.    Kerja hormon oksitosin
2.    regangan dinding uterus oleh isi konsepsi
3.    Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa konsepsi.
v  His yang baik dan ideal meliputi :
1.    Kontraksi simultansimetris di seluruh uterus.
2.    Kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus.
3.    Terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi.
4.    Terdapat retraksi oto-otot korpus uteri setiap sesudah his
5.    Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan mengandung serabut   otot, akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar (cervikal effacement).
2)   Passage : kaadaan jalan lahir
3)   Passanger : keadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada/tidak kelainan anatomik mayor).

  • Tanda Dan Gejala Persalinan
1.    His ( kontraksi rahim ) makin terjadi dan kuat
2.    Adanya pengeluaran lendir bercampur darah
3.    Pada pemeriksaan dalam diketahui perlunakan, perdarahan dan pembukaan servik
  • Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
1)   Kala I/Kala Pembukaan
Mulainya kontraksi uterus hingga mencapai pembukaan lengkap. 
Ø Kala I dibagi menjadi 2 fase ;
a.    Fase Laten
@ Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan servik secara bertahap.
@ Pembukaan servik hingga 3 cm.
@ Berlangsung ± 8 jam.

b.    Fase Aktif
@ Cervik membuka dari 4 cm – 10 cm. biasanya dengan kecepatan 1 cm atau lebih tiap 5 cm.
Fase ini dibagi 3 macam yaitu :
1)   Fase Akselerasi
Dari pembukaan 3-4 cm yang dicapai dalam 2 jam.
2)   Fase Dilatasi Maksimal
Dari pembukaan 4-9 cm yang dicapai dalam 2 jam.
3)   Fase Deselerasi
Dari pembukaan 9-10 cm selama 2 jam.

Peristiwa penting pada kala 1 :
1)   keluar lendir/darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vaskular kapiler serviks dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus.
2)   Ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan   mendatar.
3)   Selaput ketuban pecah spontan(beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm)

2)   Kala II/Kala Pengeluaran
§  Dimulai pada saat pembukaan servikstelah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap.
§  Pada kala II ini his lebih kuat, lebih sering,dan lebih lama.Selaput ketuban mungkin juga sudah pecah/baru pecah spontan pada awal kala II ini.

Rata-rata waktu untuk keseluruhan proses kala II pada primigravida ±1,5 jam, dan multipara ±0,5 jam
v Adapun tanda dan gejala kala II
a.    Ibu mempunyai keinginan untuk mengejan
b.    Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina
c.    Perineum menonjol
d.   Vulva – vagina dan spingter anal membuka
v  Yang harus diperhatikan pada kala II :
- Kelahiran bayi (penilaian cepat akan warna kulit, tangisan, gerakan)
- Nadi ibu
- TFU(tinggi fundus uteri)
- Kontraksi uterus
v  Peristiwa penting pada kala II :
1.      Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
2.      Ibu timbul perasaan/ refleks ingin mengedan semakin kuat.
3.      Perineum meregang dan anus membuka(hemoroid fisiologis)
4.      Kepala dilahirkan lebih dulu, dengan suboksiput dibawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumbu putar/hipomoklion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan.
5.      Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episotomi).
v  Proses pengeluaran janin pada kala II (persalinan letak belakang kepala) :
1.      Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu atas panggul (sinklitismus) atau miring/membentuk sudut dengan pintu atas panggul (asinklitismus anterior/posterior).
2.      Kepala turun kedalam rongga panggul,akibat : tekanan langsung dari his dari daerah fundus kearah daerah bokong, tekanan dari cairan amnion, kontraksi otot dinding perut dan diafragma (mengejan), dan badan janin terjadi ekstensi dan menegang.
3.      Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ketoraks, posisis kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito-bregmatikus (belakang kepala).
4.      Rotasi interna (putaran paksi dalam) : Selalu disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun kecil kearah depan (kebawah simfisis pubis), membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis.
5.      Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva,terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior.Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung, mulut, dagu.
6.      Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai dibawah simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.
7.      Eksplusi: setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Selanjutnya lahir badan (toraks, abdomen) dan lengan, pinggul/trokanter depan dan belakang, tungkai dan kaki.

3)   Kala III/ Kala Uri
Dimulainya setelah bayi lahir dengan lahirnya plasenta yang berlangsung 6-15 menit.
·      Kala uri dapat dibagi lagi dalam 2 tingkat :
a.     Tingkat pelepasan plasenta.
Sebab-sebab terlepasnya plasenta ialah :
1)      Waktu bayi dilahirkan rahim sangat mengecil dan setelah bayi lahir uterus merupakan alat dengan dinding yang tebal sedangkan rongga rahim hampir tidak ada. Fundus uteri terdapat sedikit dibawah pusat. Karena pengecilan rahim tempat perlekatan plasenta juga sangat mengecil.
          Plasenta sendiri harus mengikuti pengecilan ini hingga menjadi 2x setebal pada permulaan persalinan dan karena pengecilan tempat melekatnya plasenta dengan sangat, maka plasenta juga berlipat-lipat malah ada bagian-bagian yang terlepas dari dinding rahim karena tak dapat mengikuti pengecilan dari dasarnya. Pelepasan plasenta ini terjadi dalam stratum spongiosum yang sangat banyak lubang lubangnya, memang boleh disamakan dengan lubang-lubang perangko untuk memudahkan pelepasan perangko tersebut. Jadi secara singkat faktor yabg paling penting dalam pelepasan plasenta
ialah retraksi dan kontraksi otot-otot rahim setelah anak lahir.
2)      Di tempat-tempat yang lepas terjadi perdarahan ialah antara plasenta dan decidua basalis dan karena hematoma ini membesar, maka seolah-olah plasenta terangkat dari dasarnya oleh hematoma tersebut sehingga daerah pelepasan meluas. Plasenta biasanya terlepas dalam 4-5 menit setelah anak lahir, malahan mungkin pelepasan sudah mulai sewaktu anak lahir. Juga selaput janin menebal dan berlipat-lipat karena pengecilan dinding rahim. Oleh kontraksi dan retraksi, rahim terlepas dan sebagian karena tarikan waktu plasenta lahir.
b.    Tingkat pengeluaran plasenta.
          Setelah plasenta lepas,maka karena kontraksi dan retraksi otot rahim, plasenta terdorong ke dalam segmen bawah rahim atau ke dalam bagian atas dari vagina. Dari tempat ini plasenta didorong keluar oleh tenaga mengejan. Tetapi ternyata bahwa hanya 20% dari ibu-ibu dapat melahirkan plasenta secara spontan, maka lebih baik, lahirnya plasenta ini dibantu dengan sedikit tekanan oleh si penolong pada fundus uteri setelah plasenta lepas.
§  Tanda keluarnya plasenta
-   Semburan darah tiba-tiba
-   Tali pusat memanjang
-   Perubahan ukuran dan bentuk uterus
§  Management aktif kala III
-   Pemberian ocytosin
-   Massage fundus uteri
-   PTT
§  Keuntungan management aktif kala III
-   Kala III meningkat
-   Mengurangi jumlah kehilangan darah
-   Mengurangi kejadian retensio plasenta
§  Yang harus dipantau pada kala III
-   Kontraksi uterus
-   Tanda pelepasan plasenta
-   Perdarahan

4)   Kala IV
Kala IV ialah masa 1 jam setelah plasenta lahir. Dalam kala IV ini penderita masih membutuhkan pengawasan yang intensif karena perdarahan karena atonia uteri masih mengancam. Maka dalam kala IV penderita belum boleh dipindahkan kekamarnya dan tidak boleh ditinggalkan oleh bidan.
-    Mengawasi perdarahan postpartum.
Yang harus diawasi ialah :
§ Setelah plasenta lahir hendaknya plasenta diperiksa dengan teliti apakah lengkap atau tidak.
§  Darah yang keluar dari jalan lahir.
§ fundus uteri :
Kadang-kadang darah dari cavum uteri tidak dapat mengalir keluar karena terhalang oleh bekuan darah.Dari luar tidak tampak perdarahan, tetapi uterus mengembang karena terisi penuh dengan darah, sehingga fundus uteri naik.
§ Kontraksi rahim :
Perdarahan karena atonia uteri hanya mungkin kalau konsistensi rahim lunak. Kalau ada perdarahan sedangkan kontraksi rahim baik, maka perdarahan itu disebabkan perlukaan.
§ Keadaan umu ibu :
Nadi, pernafasan dan tensi harus diawasi. Karena pada perdarahan, nadi menjadi cepat dan kecil, pernafasan cepat seperti orang sesak nafas, tensi turun, penderita pucat, berkeringat dingin, gelisah dan akhirnya kesadaran kurang.
§ Pengobatan perdarahan  postpartum :
Dengan message rahim,suntikan pitocin dan metherghin, pemberian infus.
§ Menjahit robekan perineum.
§ Memeriksa bayi.

*        Lamanya persalinan :


Primigravida
Multigravida
Kala I
Kala II
Kala III
Persalinan
12,5 jam
80 menit
10 menit
14 jam
7 jam 20 menit
30 menit
10 menit
8 jam
                                          


BAB III
PENUTUP


Ø KESIMPULAN
Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu),lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam,tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar