BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Persalinan merupakan serangkaian
kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir
cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh
ibu.
Proses fisiologi kehamilan pada
manusia yang menimbulkan inisiasi partus dan awitan persalinan tidak diketahui.
Sampai sekarang, umumnya diterima bahwa keberhasilan kehamilan pada semua
spesies mamalia bergantung pada kegiatan progesteron untuk mempertahankan
ketenangan uterus sampai mendekati akhir kehamilan. Asumsi ini didukung oleh
temuan bahwa pada sebagian besar kehamilan mamalia yang diteliti, pelucutan progesterone
(naik yang terjadi secara alami atau terinduksi secara bedah atau farmakologis)
mendahului inisiasi partus. pada banyak spesies ini,penurunan kadar progesteron
di dalam plasma ibu yang kadang-kadang terjadi mendadak ini biasanya dimulai setelah
mendekati 95% kehamilan. selain itu, pemberian progesteron pada spesies-spesies
ini diakhir masa kehamilan memperlambat awitan persalinan.
Namun, pada kehamilan primate (termasuk
manusia), pelucutan progesteron tidak mendahului awitan partus .Kadar
progesteron di dalam plasma perempuan hamil meningkat sepanjang kehamilan, baru
menurun setelah pelahiran plasenta, jaringan yang merupakan lokasi sintesis
progesterone pada kehamilan manusia.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Ø Apa pengertian persalinan ?
Ø Apakah penyebab-penyebab terjadinya persalinan ?
Ø Bagaimana fiologi persalinan normal ?
1.3 TUJUAN
MASALAH
Ø Untuk mengetahui pengertian
persalinan
Ø Untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya persalinan
Ø Untuk memahami fisiologi persalinan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PERSALINAN
·
Persalinan (partus)
adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (pembuahan) yang dapat hidup,dari dalam uterus melalui
vagina atau jalan lain ke dunia luar
·
Partus normal
artinya bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala atau ubun-ubuun
kecil, tanpa memakai alat atau pertolongan istimewa,
serta tidak melukai ibu maupun bayi
(kecuali episotomi) berlangsung dalam waktu kurang dari
24 jam.
·
Menurut WHO
persalinan normal adalah peralinan yang dimulai secara spontan (dengan kekuatan
ibu sendiri dan melalui jalan lahir ), beresiko rendah pada awal persalinan dan
presentasi belakang kepala pada usia kehamilan antara 37-42 minggu setelah
persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi baik.
2.2 PENYEBAB-PENYEBAB TERJADINYA PERSALINAN
Sebab-sebab mulainya persalinan
belum diketahui dengan jelas. Agaknya banyak faktor yang memegang peranan dan bekerja sama sehingga
terjadi persalinan.
Beberapa teori yang dikemukakan ialah :
1.
Penurunan kadar
progesteron
Progesteron menimbulkan
relaksasi otot-otot rahim.sebaliknya estrogen
meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat
keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada
akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.
2.
Teori oxytocin
Pada akhir kehamilan kadar
oxytocin bertambah. Oleh
karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim.
3.
Kerenggangan
otot-otot
Seperti halnya kandung kencing
dan lambung,bila dindingnya terenggang oleh karena isinya bertambah maka timbul
kontraksi untuk mengluarkan-isinya. Demikian pula dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan
makin terenggang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.
4.
Pengaruh janin
Hypofise dan kelenjar
suprarenal janin rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anencephalus
kehamilan sering lebih lama dari biasa.
5.
Teori prostaglandin
Prostaglandin yang dihasilkan
oleh decidua, disangka
menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2
atau E2 yang diberikan secaraa intravena, intra dan exstraamnial menimbulkan kontraksi myometrium
pada setiap umur kehamilan. Hal ini juga disokong dengan adanya kadar prostaglandin yang tinggi baik
dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu hamil sebelum melahirkan atau
selama persalinan
2.3 FISIOLOGI PERSALINAN
Proses persalinan dapat terjadi dengan adanya perubahan
hormone estrogen, progesterone, prostaglandin, uterus yang menjadi besar
dan meregang, tekanan pada ganglion cervicale dan penurunan fungsi plasenta. Selain hal tersebut,
persalinan juga dipengaruhi oleh 3 faktor P, yaitu :
1)
Power
(tenaga)
His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan
mengejan ibu, keadaan kardiovaskular respirasi metabolik ibu.
v His ( kontraksi otot rahim ). Dimana menurut faalnya. His
persalinan dapat dibagi atas :
His
Pembukaan : His yang menimbulkan
pembukaan pada servik
His
Pengeluaran : His yang mendorong anak
keluar, biasanya disertai dengan keinginan mengejan.
v Terjadinya
his diakibatkan oleh :
1.
Kerja
hormon oksitosin
2.
regangan
dinding uterus oleh isi konsepsi
3.
Rangsangan
terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa konsepsi.
v His yang baik dan ideal meliputi :
1.
Kontraksi
simultansimetris di seluruh uterus.
2.
Kekuatan
terbesar (dominasi) di daerah fundus.
3.
Terdapat
periode relaksasi di antara dua periode kontraksi.
4.
Terdapat
retraksi oto-otot korpus uteri setiap sesudah his
5.
Serviks
uteri yang banyak mengandung kolagen dan mengandung serabut otot, akan tertarik keatas oleh retraksi
otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar (cervikal
effacement).
2) Passage : kaadaan jalan lahir
3) Passanger
: keadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada/tidak kelainan anatomik mayor).
- Tanda Dan Gejala Persalinan
1.
His
( kontraksi rahim ) makin terjadi dan kuat
2.
Adanya
pengeluaran lendir bercampur darah
3.
Pada
pemeriksaan dalam diketahui perlunakan, perdarahan dan pembukaan servik
- Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
1)
Kala I/Kala Pembukaan
Mulainya kontraksi uterus hingga mencapai pembukaan
lengkap.
Ø Kala I dibagi menjadi 2 fase ;
a.
Fase
Laten
@ Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan
dan pembukaan servik secara bertahap.
@ Pembukaan servik hingga 3 cm.
@ Berlangsung ± 8 jam.
b.
Fase
Aktif
@ Cervik membuka dari 4 cm – 10 cm. biasanya dengan
kecepatan 1 cm atau lebih tiap 5 cm.
Fase ini dibagi 3 macam yaitu :
1) Fase Akselerasi
Dari pembukaan 3-4 cm yang dicapai dalam 2 jam.
2) Fase Dilatasi Maksimal
Dari pembukaan 4-9 cm yang dicapai dalam 2 jam.
3) Fase Deselerasi
Dari pembukaan 9-10 cm selama 2 jam.
Peristiwa penting pada kala 1 :
1)
keluar
lendir/darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama
kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vaskular kapiler
serviks dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam
uterus.
2)
Ostium
uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks
menipis dan mendatar.
3)
Selaput
ketuban pecah spontan(beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika
terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm)
2)
Kala II/Kala Pengeluaran
§ Dimulai pada saat pembukaan servikstelah lengkap dan
berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap.
§ Pada kala II ini his lebih kuat, lebih sering,dan lebih
lama.Selaput ketuban mungkin juga sudah pecah/baru pecah spontan pada awal kala
II ini.
Rata-rata waktu untuk keseluruhan proses kala II pada primigravida ±1,5 jam, dan multipara ±0,5 jam
v Adapun tanda dan gejala kala II
a.
Ibu
mempunyai keinginan untuk mengejan
b.
Ibu
merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina
c.
Perineum
menonjol
d.
Vulva
– vagina dan spingter anal membuka
v
Yang
harus diperhatikan pada kala II :
- Kelahiran bayi (penilaian cepat akan warna kulit, tangisan,
gerakan)
- Nadi ibu
- TFU(tinggi fundus uteri)
- Kontraksi uterus
v
Peristiwa
penting pada kala II :
1.
Bagian
terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
2.
Ibu
timbul perasaan/ refleks ingin mengedan semakin kuat.
3.
Perineum
meregang dan anus membuka(hemoroid fisiologis)
4.
Kepala
dilahirkan lebih dulu, dengan suboksiput dibawah simfisis (simfisis pubis sebagai
sumbu putar/hipomoklion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan.
5.
Kemungkinan
diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir
(episotomi).
v
Proses
pengeluaran janin pada kala II (persalinan letak belakang kepala) :
1.
Kepala
masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu
atas panggul (sinklitismus) atau miring/membentuk sudut dengan pintu atas
panggul (asinklitismus anterior/posterior).
2.
Kepala
turun kedalam rongga panggul,akibat : tekanan langsung dari his dari daerah
fundus kearah daerah bokong, tekanan dari cairan amnion, kontraksi otot dinding
perut dan diafragma (mengejan), dan badan janin terjadi ekstensi dan menegang.
3.
Fleksi
: kepala janin fleksi, dagu menempel ketoraks, posisis kepala berubah dari
diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter
suboksipito-bregmatikus (belakang kepala).
4.
Rotasi
interna (putaran paksi dalam) : Selalu disertai turunnya kepala, putaran
ubun-ubun kecil kearah depan (kebawah simfisis pubis), membawa kepala melewati
distansia interspinarum dengan diameter biparietalis.
5.
Ekstensi
: setelah kepala mencapai vulva,terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah
simfisis pubis bagian posterior.Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung,
mulut, dagu.
6.
Rotasi
eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu
rotasi tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior
sampai dibawah simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.
7.
Eksplusi:
setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Selanjutnya
lahir badan (toraks, abdomen) dan lengan, pinggul/trokanter depan dan belakang,
tungkai dan kaki.
3)
Kala III/ Kala Uri
Dimulainya setelah
bayi lahir dengan lahirnya plasenta yang berlangsung 6-15 menit.
·
Kala
uri dapat dibagi lagi dalam 2 tingkat :
a.
Tingkat
pelepasan plasenta.
Sebab-sebab terlepasnya plasenta ialah :
1)
Waktu
bayi dilahirkan rahim sangat mengecil dan setelah bayi lahir uterus merupakan
alat dengan dinding yang tebal sedangkan rongga rahim hampir tidak ada. Fundus
uteri terdapat sedikit dibawah pusat. Karena pengecilan rahim tempat perlekatan
plasenta juga sangat mengecil.
Plasenta
sendiri harus mengikuti pengecilan ini hingga menjadi 2x setebal pada permulaan
persalinan dan karena pengecilan tempat melekatnya plasenta dengan sangat, maka
plasenta juga berlipat-lipat malah ada bagian-bagian yang terlepas dari dinding
rahim karena tak dapat mengikuti pengecilan dari dasarnya. Pelepasan plasenta ini
terjadi dalam stratum spongiosum yang sangat banyak lubang lubangnya, memang
boleh disamakan dengan lubang-lubang perangko untuk memudahkan pelepasan
perangko tersebut. Jadi secara singkat faktor yabg paling penting dalam
pelepasan plasenta
ialah retraksi dan kontraksi otot-otot rahim setelah anak lahir.
ialah retraksi dan kontraksi otot-otot rahim setelah anak lahir.
2)
Di
tempat-tempat yang lepas terjadi perdarahan ialah antara plasenta dan decidua
basalis dan karena hematoma ini membesar, maka seolah-olah plasenta terangkat
dari dasarnya oleh hematoma tersebut sehingga daerah pelepasan meluas. Plasenta
biasanya terlepas dalam 4-5 menit setelah anak lahir, malahan mungkin pelepasan
sudah mulai sewaktu anak lahir. Juga selaput janin menebal dan berlipat-lipat
karena pengecilan dinding rahim. Oleh kontraksi dan retraksi, rahim terlepas
dan sebagian karena tarikan waktu plasenta lahir.
b.
Tingkat
pengeluaran plasenta.
Setelah
plasenta lepas,maka karena kontraksi dan retraksi otot rahim, plasenta
terdorong ke dalam segmen bawah rahim atau ke dalam bagian atas dari vagina. Dari
tempat ini plasenta didorong keluar oleh tenaga mengejan. Tetapi ternyata bahwa
hanya 20% dari ibu-ibu dapat melahirkan plasenta secara spontan, maka lebih
baik, lahirnya plasenta ini dibantu dengan sedikit tekanan oleh si penolong
pada fundus uteri setelah plasenta lepas.
§
Tanda
keluarnya plasenta
-
Semburan
darah tiba-tiba
-
Tali
pusat memanjang
-
Perubahan
ukuran dan bentuk uterus
§
Management
aktif kala III
- Pemberian ocytosin
- Massage fundus uteri
- PTT
- Pemberian ocytosin
- Massage fundus uteri
- PTT
§
Keuntungan
management aktif kala III
- Kala III meningkat
- Mengurangi jumlah kehilangan darah
- Mengurangi kejadian retensio plasenta
- Kala III meningkat
- Mengurangi jumlah kehilangan darah
- Mengurangi kejadian retensio plasenta
§
Yang harus dipantau pada kala III
- Kontraksi uterus
- Tanda pelepasan plasenta
- Perdarahan
- Kontraksi uterus
- Tanda pelepasan plasenta
- Perdarahan
4)
Kala IV
Kala IV ialah masa 1 jam setelah plasenta lahir. Dalam kala IV ini penderita masih membutuhkan pengawasan
yang intensif karena perdarahan karena atonia uteri masih mengancam. Maka dalam
kala IV penderita belum boleh dipindahkan kekamarnya dan tidak boleh
ditinggalkan oleh bidan.
-
Mengawasi
perdarahan postpartum.
Yang harus diawasi ialah :
§ Setelah plasenta lahir hendaknya plasenta diperiksa
dengan teliti apakah lengkap atau tidak.
§ Darah yang keluar
dari jalan lahir.
§ fundus uteri :
Kadang-kadang darah dari cavum uteri tidak dapat mengalir
keluar karena terhalang oleh bekuan darah.Dari luar tidak tampak perdarahan,
tetapi uterus mengembang karena terisi penuh dengan darah, sehingga fundus
uteri naik.
§ Kontraksi rahim :
Perdarahan karena atonia uteri hanya mungkin kalau
konsistensi rahim lunak. Kalau ada perdarahan sedangkan kontraksi rahim baik, maka
perdarahan itu disebabkan perlukaan.
§ Keadaan umu ibu :
Nadi, pernafasan dan tensi harus diawasi. Karena pada
perdarahan, nadi menjadi cepat dan kecil, pernafasan cepat seperti orang sesak
nafas, tensi turun, penderita pucat, berkeringat dingin, gelisah dan akhirnya
kesadaran kurang.
§ Pengobatan perdarahan
postpartum :
Dengan message rahim,suntikan pitocin dan metherghin, pemberian
infus.
§ Menjahit robekan perineum.
§ Memeriksa bayi.
Primigravida
|
Multigravida
|
|
Kala
I
Kala
II
Kala
III
Persalinan
|
12,5
jam
80
menit
10
menit
14
jam
|
7
jam 20 menit
30
menit
10
menit
8
jam
|
BAB III
PENUTUP
Ø KESIMPULAN
Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses
pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu),lahir
spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam,tanpa
komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar